Ketika aku berpikir negatif pada seseorang.
Tanpa sadar, aku telah menghakimi orang itu.
Lebih mudah mana?
Berusaha menyingkirkan semua kerikil tajam di setiap jalanan,
atau memakai sepatu agar kaki kita tidak terluka.
Lebih mungkin mana?
Berusaha mensteril semua tempat agar tak ada kuman
atau memperkuat daya tahan tubuh kita sendiri..?
Lebih mudah mana?
Berusaha mencegah setiap mulut agar tak bicara sembarangan
atau menjaga hati kita sendiri agar tak mudah tersinggung?
Lebih penting mana?
Berusaha menguasai orang lain
atau belajar menguasai diri sendiri?
Yang penting bukan bagaimana orang harus baik padaku,
melainkan bagaimana aku berusaha baik pada orang lain.
Bukan orang lain yang membuat aku bahagia,
melainkan sikap diriku sendiri-lah yang menentukan,
aku bahagia atau tidak.
Setiap waktu yang telah kita habiskan dalam hidup ini,
tidak akan terulang kembali.
Namun ada satu hal yang masih tetap bisa kita lakukan,
yaitu BELAJAR
dari masa lalu untuk hari esok yang lebih baik.
Hidup adalah proses,
Hidup adalah belajar.
Tanpa ada batas umur
Tanpa ada kata tua.
JATUH, berdiri lagi ..
KALAH, mencoba lagi ..
GAGAL, bangkit lagi ..
Blog untuk berbagi semua hal yang baik. Semoga blog ini dapat bermanfaat.
Jumat, 01 Maret 2013
Lebih Mudah Mana?
Label:
Inspiring Words
Minggu, 24 Februari 2013
Timun - 24 Februari 2013
Label:
Timun
Sukribo - 24 Februari 2013
Label:
Sukribo
Mice Cartoon - 24 Februari 2013
Label:
Mice Cartoon
Selasa, 19 Februari 2013
Ketulusan dan keikhlasan
Sepasang suami-isteri beruntung mendapatkan tiket untuk kembali ke rumah orangtuanya di kampung. Ketika naik bus, ternyata telah ada seorang wanita duduk di tempat duduk mereka.
Inilah cerita si isteri :
Suami memintaku duduk dulu di sampingnya, namun tidak meminta wanita ini berdiri. Ketika kuperhatikan, ternyata kaki wanita itu cacat, barulah aku tahu kenapa suamiku memberikan tempat duduknya.
Suamiku terus berdiri dari Jiayi sampai Taipei. Dari awal, dia tidak berusaha memberi tanda kalau itu adalah tempat duduknya.
Setelah turun dari bus, aku berkata pada suamiku :
"Memberikan tempat duduk pada orang yang butuh memang baik, namun pertengahan perjalanan 'kan boleh memintanya berdiri agar gantian kamu yang duduk"
Suamiku menjawab :
"Orang lain sudah tidak nyaman seumur hidup, aku hanya kurang nyaman selama 3 jam saja"
Mendengar perkataan ini, aku sangat terharu karena suamiku sedemikian baik, namun tidak mau orang lain tahu akan kebaikannya, itu membuat diriku merenungkan arti sebuah ketulusan.
Catatan :
Ternyata segala hal² yg menjengkelkan atau hal² yg menyenangkan hanyalah tergantung bgmn pola pikir kita dalam menerima dan memandang sesuatu.
Setiap hal dalam kehidupan ini bisa saja sangat menyiksa dan menjengkelkan bila kita menganggap dan memandangnya demikian.
Berdiri 3 jam diatas bis sangat menjengkelkan, bisa marah dan Memaki-maki meski dalam hati.
Tiap saat kita dihadapkan untuk memilih antara mempertahankan hak atau ikhlas berkorban, pada saat kita melepaskan hak dan lebih memilih memberi, disitulah sukacita dan kebahagiaan akan muncul...
Melakukan Hal Baik 'TANPA DIKETAHUI ORANG LAIN dan TANPA MENGHARAPKAN APA-APA' sangatlah MULIA. Itulah makna dari sebuah KETULUSAN/ KEIKHLASAN.
Inilah cerita si isteri :
Suami memintaku duduk dulu di sampingnya, namun tidak meminta wanita ini berdiri. Ketika kuperhatikan, ternyata kaki wanita itu cacat, barulah aku tahu kenapa suamiku memberikan tempat duduknya.
Suamiku terus berdiri dari Jiayi sampai Taipei. Dari awal, dia tidak berusaha memberi tanda kalau itu adalah tempat duduknya.
Setelah turun dari bus, aku berkata pada suamiku :
"Memberikan tempat duduk pada orang yang butuh memang baik, namun pertengahan perjalanan 'kan boleh memintanya berdiri agar gantian kamu yang duduk"
Suamiku menjawab :
"Orang lain sudah tidak nyaman seumur hidup, aku hanya kurang nyaman selama 3 jam saja"
Mendengar perkataan ini, aku sangat terharu karena suamiku sedemikian baik, namun tidak mau orang lain tahu akan kebaikannya, itu membuat diriku merenungkan arti sebuah ketulusan.
Catatan :
Ternyata segala hal² yg menjengkelkan atau hal² yg menyenangkan hanyalah tergantung bgmn pola pikir kita dalam menerima dan memandang sesuatu.
Setiap hal dalam kehidupan ini bisa saja sangat menyiksa dan menjengkelkan bila kita menganggap dan memandangnya demikian.
Berdiri 3 jam diatas bis sangat menjengkelkan, bisa marah dan Memaki-maki meski dalam hati.
Tiap saat kita dihadapkan untuk memilih antara mempertahankan hak atau ikhlas berkorban, pada saat kita melepaskan hak dan lebih memilih memberi, disitulah sukacita dan kebahagiaan akan muncul...
Melakukan Hal Baik 'TANPA DIKETAHUI ORANG LAIN dan TANPA MENGHARAPKAN APA-APA' sangatlah MULIA. Itulah makna dari sebuah KETULUSAN/ KEIKHLASAN.
Label:
Inspiring Words
Senin, 18 Februari 2013
Telor & Tempe Gosong
"Telor & Tempe gosong" Cerita yang sangat luar biasa..
Dua puluh tahun telah berlalu, namun masih terbayang jelas kenangan indah itu:
Suatu malam, ibu yang bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam untuk ayah yang sangat sederhana berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.
Sayangnya karena mengurusi adik yang merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong! Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tidak ϐίsα berbuat banyak, minyak gorengnya sudah habis. Kami menunggu dengan tegang apa reaksi ayah yang pulang kerja, pasti sudah capek melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.
Luar biasa! Ayah dengan tenang menikmati dan memakan semua yang disiapkan ibu dengan tersenyum, dan bahkan berkata, "Bu terima kasih ya!" Lalu ayah terus menanyakan kegiatan saya & adik di sekolah.
Selesai makan, masih di meja makan, saya mendengar mama meminta maaf karena telor & tempe yang gosong itu & satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan: "Sayang, aku suka telor & tempe yang gosong."
Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur kepada ayah, saya bertanya apakah ayah benar-benar menyukai telur & tempe gosong?"
Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar & berkata, "Anakku, ibu sudah bekerja keras sepanjang hari & dia benar-benar sudah capek, Jadi sepotong telor & tempe yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun kok!"
Ini pelajaran yang saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya; "BELAJAR MENERIMA KESALAHAN ORANG LAIN, adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh & abadi. Ingatlah emosi tidak akaan pernah menyelesaikn masalah yang ada & selalulah berpikir dewasa mengapa sesuatu hal itu bisa terjdi pasti punya alasannya sendiri... Janganlah kita menjadi orang yang egois hanya mau dimengerti, tapi tidak mau mengerti;)
Tua itu pasti, tapi Dewasa itu PILIHAN, & Manusia yang dewasa adalah manusia PILIHAN.
Dua puluh tahun telah berlalu, namun masih terbayang jelas kenangan indah itu:
Suatu malam, ibu yang bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam untuk ayah yang sangat sederhana berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.
Sayangnya karena mengurusi adik yang merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong! Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tidak ϐίsα berbuat banyak, minyak gorengnya sudah habis. Kami menunggu dengan tegang apa reaksi ayah yang pulang kerja, pasti sudah capek melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.
Luar biasa! Ayah dengan tenang menikmati dan memakan semua yang disiapkan ibu dengan tersenyum, dan bahkan berkata, "Bu terima kasih ya!" Lalu ayah terus menanyakan kegiatan saya & adik di sekolah.
Selesai makan, masih di meja makan, saya mendengar mama meminta maaf karena telor & tempe yang gosong itu & satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan: "Sayang, aku suka telor & tempe yang gosong."
Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur kepada ayah, saya bertanya apakah ayah benar-benar menyukai telur & tempe gosong?"
Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar & berkata, "Anakku, ibu sudah bekerja keras sepanjang hari & dia benar-benar sudah capek, Jadi sepotong telor & tempe yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun kok!"
Ini pelajaran yang saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya; "BELAJAR MENERIMA KESALAHAN ORANG LAIN, adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh & abadi. Ingatlah emosi tidak akaan pernah menyelesaikn masalah yang ada & selalulah berpikir dewasa mengapa sesuatu hal itu bisa terjdi pasti punya alasannya sendiri... Janganlah kita menjadi orang yang egois hanya mau dimengerti, tapi tidak mau mengerti;)
Tua itu pasti, tapi Dewasa itu PILIHAN, & Manusia yang dewasa adalah manusia PILIHAN.
Label:
Inspiring Words
Minggu, 17 Februari 2013
Timun - 17 Februari 2013
Label:
Timun
Sukribo - 17 Februari 2013
Label:
Sukribo
Mice Cartoon - 17 Februari 2013
Label:
Mice Cartoon
Langganan:
Postingan (Atom)





